Pidi Rimba membuka perjalanannya di dunia musik sebagai penyanyi dan penulis lagu asal Jakarta yang memilih balada kehidupan sehari-hari sebagai medium bercerita. Dengan gaya bernyanyi apa adanya, ia menempuh jalur yang jujur dan sederhana tanpa banyak ornamen, menghadirkan potongan kisah yang dekat dengan realitas pendengarnya. Musik baginya menjadi ruang ekspresi paling autentik untuk menyampaikan perasaan dan pengalaman personal.
Karakter musikalnya terasa kuat melalui lirik-lirik sederhana yang menyimpan kedalaman makna. Vokalnya yang hangat dan khas berperan sebagai medium utama dalam menyampaikan emosi tanpa berlebihan. BitterSweetMusic pernah menyebutkan bahwa musik Pidi Rimba terasa seperti mengobrol dengan sahabat lama, intim dan menenangkan, sebuah kesan yang jarang ditemui pada musisi pendatang baru.
Inspirasi Pidi Rimba banyak datang dari suasana tropis, kisah cinta, serta kehidupan yang ringan namun penuh makna. Elemen-elemen ini membentuk benang merah dalam setiap karyanya, menjadikan lagu-lagunya mudah dicerna sekaligus mengajak pendengar untuk berhenti sejenak dan merenung. Pendekatan yang personal ini perlahan membangun identitas bermusiknya.
Pada 2025, Pidi Rimba merilis mini album perdananya berjudul Tersimpan Dalam Hati yang berisi lima lagu, yakni Aku Milikmu Kau Milikku, Jumpa Tak Ingin Berpisah, Aku dan Dua Hati, Aku Kau dan Yang Tlah Tiada, serta Tak Yakin Akan Cinta. Sebelumnya, ia telah merilis tiga single pada 2024, yaitu Farahku, Aku Ada Untukmu, dan Gadis Baliku. Dengan katalog lagu yang terus berkembang, Pidi Rimba mengajak pendengar untuk menyelami ceritanya dan menemukan kehangatan di setiap nada melalui berbagai platform musik digital.


