Bell Aditya membuka babak baru dalam perjalanan musiknya lewat single terbaru, “Masih In Progress”, yang dirilis pada 27 Agustus 2026. Mengusung pop ballad dengan sentuhan orkestra epik dan sinematik, lagu ini menjadi ruang bagi Bell untuk mengabadikan sebuah perjalanan cinta yang belum menemukan titik akhir.
“Masih In Progress” bukan sekadar cerita tentang hubungan yang masih berjalan. Bagi Bell, lagu ini juga menjadi cara untuk melihat kembali bagian panjang dalam hidupnya yang selama ini justru kurang ia apresiasi. Karena itu, proses menggarap lagu ini terasa cukup personal, sekaligus membawanya keluar dari zona nyaman.
Secara vokal, “Masih In Progress” menjadi percobaan kedua Bell menyanyikan lagu dengan pendekatan yang ia sebut sebagai “nyanyi beauty”. Pendekatan tersebut menjadi tantangan tersendiri, terlebih tema cinta yang intim dan emosional juga bukan wilayah yang paling nyaman baginya.
“Sebenarnya dobel ‘meh’. Nyanyi beauty adalah hal yang sulit buatku, begitu juga dengan tema lagunya. Tapi cerita ini adalah bagian yang besar dan panjang dalam hidupku, dan selama ini cenderung ku apresiasi kurang. Jadi, demi alasan yang menurutku worth it, ku rela nyanyikan,” ujar Bell.
Alih-alih menjaga jarak dari pengalaman yang menjadi sumber inspirasinya, Bell justru berusaha membawa emosi tersebut sedekat mungkin ke dalam lagu. Hasilnya adalah sebuah karya yang terasa personal, intim, dan terbuka terhadap sisi rentan dari sebuah hubungan.
Kedekatan tersebut juga menjadi alasan Bell merasa pendengar dapat dengan mudah menemukan hubungan emosional mereka sendiri dengan lagu ini.
“Karena se-intimate itu,” katanya.
Bagian dari Perjalanan Panjang Bell Aditya
“Masih In Progress” juga tidak berdiri sendiri dalam katalog musik Bell Aditya. Ia memandang karya-karyanya sebagai bagian dari sebuah serial musik berkelanjutan yang merekam perjalanan hidupnya di Bumi.
Bagi Bell, setiap lagu memiliki peran seperti soundtrack dalam sebuah film. Ada musik yang merepresentasikan periode tertentu, emosi tertentu, seseorang, maupun cerita yang belum benar-benar selesai. Dengan pendekatan tersebut, lagu-lagu Bell menjadi semacam dokumentasi perjalanan personal yang terus berkembang seiring waktu.
Musik sekaligus menjadi cara Bell berkomunikasi dengan dirinya sendiri di masa depan. “Masih In Progress” pun mengambil posisi sebagai dokumentasi dari sebuah kisah cinta yang belum memiliki kesimpulan.
Tidak ada halaman terakhir dalam cerita ini. Justru masih tersedia ruang kosong untuk berbagai pengalaman yang belum datang. Dari sana, Bell membawa pesan sederhana melalui lagu ini: sampaikan perasaan sesering mungkin, meski tidak selalu harus melalui kata-kata, sebelum semuanya terlambat.
Membawa “Masih In Progress” ke Dunia Visual
Tak hanya melalui musik, cerita “Masih In Progress” juga diterjemahkan ke dalam sebuah video dengan pendekatan visual yang berbeda.
Music video tersebut mengusung gaya classic epic storybook dengan perpaduan ilustrasi dan motion. Konsep ini menciptakan atmosfer seperti sebuah cerita klasik yang perlahan hidup dan bergerak di hadapan penonton.
Dunia visualnya mengambil inspirasi dari “Avarath: Awal Perang Panjang”, sehingga pengalaman mendengarkan “Masih In Progress” diperluas ke dalam sebuah lanskap fantasi yang epik dan sinematik.
Pada akhirnya, “Masih In Progress” menjadi pertemuan antara pop ballad, orkestrasi sinematik, vokal yang intim, dan visual bergaya storybook. Namun, di balik seluruh pendekatan tersebut, inti lagu ini tetap sederhana: tentang cinta yang masih berjalan dan keberanian untuk mengakui sebuah perasaan.
Sebab, tidak semua cerita harus buru-buru menemukan akhir. Ada perjalanan yang memang membutuhkan waktu untuk terus bergerak, bertumbuh, dan menemukan bentuknya sendiri.
Dan seperti judulnya, cerita tersebut masih berada dalam fase “Masih In Progress”.
“Masih In Progress” oleh Bell Aditya dirilis pada 27 Agustus 2026 dan tersedia di berbagai platform musik.


