Dimas Farkhan Cross the Line

Dimas Farkhan Rilis “Cross the Line for Feeling”, Lagu Jujur Tentang Perasaan yang Sulit Dihindari

Home » Dimas Farkhan Rilis “Cross the Line for Feeling”, Lagu Jujur Tentang Perasaan yang Sulit Dihindari

Dimas Farkhan kembali merilis single terbarunya, “Cross the Line for Feeling”, sebuah lagu yang menyentuh area abu-abu dalam perasaan, tentang sesuatu yang sebenarnya tidak perlu diikuti, namun tetap sulit untuk dihindari. Lagu ini tidak lahir dari ide yang langsung utuh, melainkan dari kumpulan catatan kecil dan potongan pikiran yang belum memiliki arah jelas, hingga akhirnya mulai berkembang saat Dimas berada di New York dan menggarapnya bersama Danika Djuanda.

Proses penulisan lagu ini berlangsung selama kurang lebih sepuluh malam, di mana keduanya merangkai setiap elemen secara perlahan, dari melodi, lirik, hingga struktur akhirnya. Dalam proses tersebut, Dimas terdorong untuk mengeksplorasi tema yang sebelumnya belum pernah ia sentuh, berangkat dari keresahan yang ia temukan dalam catatan pribadinya.

“I wanted to write about something I’d never explored before. The thoughts in my journal felt a bit concerning, and I felt the need to turn them into something.”

Di tengah proses kreatif itu, Dimas kerap menghabiskan waktu berjalan di 5th Avenue sambil memutar demo lagu ini berulang kali. Momen-momen tersebut justru memunculkan keraguan dalam dirinya, mempertanyakan apakah ide yang ia kerjakan ini benar-benar serius atau tidak. Namun dari keraguan itulah, arah lagu ini justru semakin terbentuk dengan lebih jelas.

Secara lirik, “Cross the Line for Feeling” tidak mencoba menyederhanakan situasi yang sejak awal sudah rumit. Lagu ini berada di antara kesadaran dan keinginan untuk berpura-pura tidak sadar, tentang memahami batas namun tetap memilih untuk mendekatinya.

“I knew it didn’t make sense, but I kept going back to it anyway. It felt a bit controversial at first, but my friends were like, ‘it’s fine.’ It’s a fun song. The lyrics are dramatic and funny, and lowkey a bit sad.”

Perpindahan antara New York dan London juga memberi pengaruh pada nuansa lagu ini, menghadirkan jarak antara realita dan versi yang hanya ada di dalam kepala, yang entah mengapa terasa lebih masuk akal. Dinamika dua kota ini ikut membentuk atmosfer emosional yang terasa dalam keseluruhan lagu.

Tahap akhir produksi, termasuk pengisian vokal dan penyempurnaan aransemen, diselesaikan di London pada bulan Januari dengan pendekatan yang lebih minimal dan langsung. Hasil akhirnya adalah sebuah lagu yang tidak berusaha menjelaskan terlalu banyak, tetap jujur pada situasinya, dan memberi ruang bagi pendengar untuk menafsirkan maknanya sendiri.

Kini, “Cross the Line for Feeling” telah tersedia di berbagai platform streaming digital.

Kalau kamu suka artikel ini, kamu mungkin juga akan suka yang ini.