Setelah melepas debut perdananya lewat lagu “Seatbelt” pada Oktober 2024, Raditya Arie kembali membagikan curahan isi hati melalui rilisan keduanya yang berjudul “Kiss Me Again”. Pada awal prosesnya, lagu ini sempat dikerjakan bersama Fadel (DJ) dan Zilla (Rapper) saat tahap sampling.
Namun, karena terlalu lama disimpan di folder arsip, Radit akhirnya memutuskan untuk menjadikan karya ini sebagai proyek solo, dengan semangat yang masih menyala sejak debut sebelumnya. Meski begitu, kemungkinan hadirnya versi remix atau kolaborasi tetap terbuka di masa mendatang.
Berbeda dari single sebelumnya di mana ia hanya berperan sebagai vokalis, “Kiss Me Again” menjadi titik awal Raditya Arie mengeksplorasi peran sebagai composer sekaligus produser. Untuk proses mixing dan mastering, ia tetap mempercayakan penanganannya kepada Jay Vicols, sosok yang juga menggarap “Seatbelt”. Perubahan peran ini menjadi langkah penting dalam perjalanan bermusiknya, membuka jalan untuk pendekatan kreatif yang lebih personal dan mendalam.
Dengan balutan elemen Lo-Fi, sentuhan synth, dan pengaruh city pop, lagu ini mencoba menggambarkan nuansa gagal move on yang sensual namun juga penuh refleksi. Dari sisi musikal, Radit terinspirasi dari gaya Joji, Troye Sivan, hingga Alextbh. Liriknya merangkum kisah pertemuan canggung dengan mantan gebetan di sebuah klub malam, disampaikan lewat gambaran sensorik seperti aroma white musk dan kaus putih yang memantik memori lama.
“Ini bukan cinta kan? Tapi kenapa gue masih inget parfumnya?”
Menariknya, lagu ini juga menandai momen penting dalam hidup Radit, setelah ia mendapatkan diagnosa GPPH/ADHD dewasa pada awal 2025, sebuah penemuan yang membantunya memahami cara berpikir dan sensitivitasnya terhadap detail dalam mencipta lagu.
Meskipun “Seatbelt” hanya mengumpulkan 4.000 streams di Spotify, antusiasme publik dari sesi busking setelah rilisnya justru sangat positif. Radit tampil di berbagai tempat, dari mall, night club, hingga menerima undangan tampil setiap akhir pekan sepanjang Desember lalu. Semua ini menjadi penyemangat tersendiri bagi Radit, yang memulai debut musiknya di usia 35 tahun.
Meski padat aktivitas off-air, ia tetap bersyukur karena akhirnya bisa menapaki panggung dengan karya sendiri, setelah sempat trauma dengan pengalaman audisi di Korea pada 2012. Melalui “Kiss Me Again”, Raditya Arie tak hanya membagikan kisah cinta dan kenangan, tapi juga membuka lembaran baru dalam perjalanan menemukan jati dirinya. Lagu ini bisa jadi awal dari proyek ambisius berikutnya: album studio penuh pertama miliknya.


